ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
| Detik.com |
Jarak antara basis militer Australia di Pulau Christmas dan bibir pantai Selatan Pulau Jawa ada kisaran 400 – 450 km. Tentu bukan jarak yang terlalu jauh untuk beragam misi yang terkait kepentingan strategis dan taktis Negeri Kangguru. Namun, sayangnya pengendus sasaran jarak jauh alias radar intai milik Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) yang menghadap Samudera Hindia justru ditempatkan dari jenis yang sudah lawas.
Tercatat ada dua Satuan Radar (Satrad) yang intens memantai pergerakan dari arah Pulau Christmas, yakni Satrad 216 di Ciballimbing, Sukabumi, Jawa Barat dengan radar jenis Thomson TR2215D buatan Perancis, dan Satrad 215 di Congot, Kulon Progo, Yogyakarta dengan radar jenis Plessey AWS-2 buatan Inggris. Meski kedua jenis radar yang disebut sudah tak muda lagi, namun radar AWS-2 menjadi yang usia operasionalnya jauh lebih tua, bahkan menjadi radar Kohanudnas yang paling tua sampai saat ini. Jenis radar AWS-2 di datangkan ke Indonesia pada periode 1963 – 1964 lewat Operasi Kresna.
Video Radar Weibel:
Sekilas AWS-2 Radar AWS merupakan gabungan antara Decca Radar dan Plessey. Meski awalnya berasal dari teknologi analog, radar AWS 2 saat ini telah dimodifikasi sehingga dapat diubah menjadi digital. Kemampuannya pun ditingkatkan, seperti dapat menampilkan informasi secara real target dan real time di Posek Hanudnas I, dan dilengkapi pula dengan perangkat tambahan, yaitu SBM (Satelit Bumi Mini) K3I. Peralatan ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan intersepsi bagi personel GCI Controller. Dari SBM ini terdapat 3 keluaran yaitu data, voice dan video.
Sebagai radar sekunder yang sudah dimodifikasi, AWS-2 yang dibuat tahun 1960 punya jarak jangkau deteksi hingga 280 km. Komponen radar ini terdiri dari antena, sistem pengirim (transmitter), sistem penerima (receiver) dan tampilan (display). Untuk display-nya menggunakan kepunyaan radar Plessey MK-8.
Meski sudah mengalami retrofit dan upgrade, namun usia tua membatasi pengabdian radar yang bertengger di bibir Pantai Congot ini. Dinilai punya peran strategis untuk memantau ruang udara di bagian selatan NKRI, Satrad 215 akhirnya resmi mendapat modernisasi berupa instalasi radar jenis baru, yakni radar Weibel buata Denmark, yang telah dibeli sebanyak dua unit pada tahun 2014/2015 silam.
Sumber: indomiliter.com
0 Response to "Mantap, Radar Weibel Milik Satrad-215 Mampu Mengendus Pergerakan Di Pulau Christmas"
Posting Komentar